Posted by: tfrisya | March 11, 2010

Bungkuak jo Jatuah

Beberapa filosofis dari “Alam takambang jadi guru

Ado 5 macam bungkuak (bungkuk) :

Nan pertamo, bungkuak ubi.
Jika diluruskan dia patah, busuk malah kesudahannya.

Nan kaduo, bungkuak rotan.
Jika diluruskan dia menurut, namun dilepaskan kembali ke bungkuk semula.

Nan katigo, bungkuak basi (besi).
Jika diluruskan dia menurut, tidak akan berubah lagi.

Nan kaampek, bungkuak sabuik (sabut).
Tidak bisa diluruskan lagi, tidak ada gunanya kecuali sebagai pembakar tungku.

Nan kalimo, bungkuak timun.
Ada namun dianggap tidak ada, tidak masuk perhitungan.
Datang tidak membuat genap, pergi tidak membuat ganjil.

Ado 5 macam jatuah (jatuh) :

Nan pertamo, jatuah tupai.
Jatuh sebagai pembelajaran untuk melompat lebih tinggi.

Nan kaduo, jatuah patai (petai).
Jatuh karena memang sudah masak di batang (sudah waktunya)

Nan katigo, jatuah tapai.
Jatuh yang buruk dan berserakan di lantai, kotor dan tidak boleh dimakan lagi (tidak ada lagi gunanya).

Nan kaampek, jatuah lilin.
Jatuh setelah berpijar, menetes di telapak tangan.
Sudah jatuh menimpa orang lain pula.

Nan kalimo, jatuah badarai (berderai).
Jatuh yang paling buruk, hancur berantakan dan tidak bisa dipersatukan lagi, malah membuat luka (rugi) orang nan hendak menolongnya.

Sumber : Milis by da Revan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: